Cybersickness, Penyakit apa itu?

Ketika browsing di timeline, muncul postingan curhat seorang teman mengenai anaknya yang mengalami gejala muntah, mual pusing dan sedikit linglung. usut punya usut ternyata si anak kelamaan main gadged, entah itu bermain game ataupun menonton youtube. Jaman sekarang memang paling enak momong anak dengan memberikan gadged, mereka langsung anteng, orang tuanya pun ikut asyik bermain gadged di sebalahnya.

Salah satu penyakit yang muncul karena kecanggihan teknologi informasi adalah Digital Motion Sickness atau juga di kenal sebagai cybersickness. Cybersickness di tandai dengan kondisi seperti perasaan pusing, mual, dan juga mengganggu keseimbangan seseorang saat ataupun setelah menggunakan smartphone, bahkan beberapa kasus yang terjadi penderita kelihatan seperti linglung. Keadaan ini hampir mirip dengan mabuk perjalanan, bedanya kalau mabuk perjalanan tubuh merasakan pergerakan tetapi mata tidak melihat. Sedangkan cybersickkness sementara cybersickness terjadi saat kita melihat pergerakan di layar tetapi tidak merasakannya. Misalnya saat bermain game balapan, game yang pergantian gambarnya cepat, atau saat meelihat video terlalu lama.

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Info, Personal | Tag | Tinggalkan komentar

Korban Zonasi atau Kalah Kompetisi

sambil menemai istri mempersiapkan sahur, iseng iseng buka whatsapp. Ada sebuah komentar di group whatsapp guru yang menggelitik saya

komentar seorang guru di group whatsapp

Termasuk sy anak sy pak korban zonasi, dengan susah payah les dengan biaya yg tidak sedikit, belajar dengan giat agar dapat diterima di sekolah impian akhirnya harus frustasi karena zonasi. Sekarang anaknya ngelamun aja, gak da tawa dan canda bahkan kemarin kalau sy gak marah dia gk mau makan. Rayuan sy gak mempan. Kecewa karena nem rendah bisa diterima di sekolah negeri.

dari yang saya tangkap, ibu tersebut merasa sebagai korban zonasi karena anaknya sudah belajar dapet nilai tinggi tapi tidak bisa di terima di sekolah favoritnya, sehingga si anak menjadi frustasi karena kecewa. Pada ibu tersebut adalah juga seorang pendidik yang seharusnya sudah tahu mengenai aturan zonasi.

saya sangat miris membaca komentar ini sehingga tidak tahan ikut berkomentar, tapi saya kurang puas menumpahkan pemikiran saya di sana sehingga mengilhami untuk menulis artikel ini.

Seperti yang kita ketahui bersama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 masih menggunakan jalur zonasi, sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud No.51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020

Di sini saya tidak membahas mengenai aturan tetepi mengenai bagaimana kita menerima dan mensiasati aturan teresebut. Sebagai guru atau orang tua kita harus menyadari bahwa aturan yang di buat pemerintah untuk mengakomodir kepentingan orang banyak.

walapun ada zonasi, seharusnya tidak ada yang menjadi korban karena semua sudah ada celahnya. Ada jalur prestasi sebanyak 5% dari total siswa yang di terima. kalo memang anak kita atau kita sebagai orang tua ingin memasukan anak ke sekolah favorit, peluang itu masih sangat terbuka lebar. silahkan kejar dari jalur prestasi, jika memang anak kita pintar dan berprestasi tentu mereka akan bisa memilih sekolah di manapun. dan ketika mereka tidak mampu untuk masuk sekolah favorit karena kurang prestasi maka jangan merasa sebagai korban, karna istilahnya bukan korban zonasi tapi kalah bersaing.

Kenapa saya menyoroti istilah korban zonasi, karena efecknya beda antara korban dan kalah bersaing. ketika anak kalah bersaing, ajarkan mereka menerima kekalahan dan bangkit kembali menjadi pribadi yang siap menang dalam persaingan berikutnya. sekolah hanya satu dari sekian ujian dan persaingan yang akan mereka hadapi. Kadang saya berpikir ini anaknya yang pengen atau orang tuanya yang ngebet.

bagi saya pribadi sekolah favorit bukan harga mati, jauh sebelum ada zonasi saya menekankan ke anak saya untuk sekolah yang dekat dengan rumah, dengan beberapa keuntungan ketika mereka sekolah di dekat rumah menurut saya sebagai berikut :

  1. Eifisian dalam waktu, berangkat bisa santai pulang pun dengan santai
  2. Faktor kemaman lebih terjamin, deket rumah banyak tetangga yang juga sekolah di sana.
  3. Dari transportasi Menekan biaya dan ikut menurangi kemacetan
  4. membuat anak lebih dekat dengan tetangga sekitar
  5. mempunyai waktu luang yang banyak untuk bermain atau mempelajari kemampuan lain di luar sekolah seperti olahraga beladiri, kesenian dan lain2

#masih bersambung
#Kerjaan lagi padet

Ditulis pada Personal | Tinggalkan komentar

Mendikbud: Zonasi Bukan Hanya Untuk PPDB Saja

SIARAN PERS
Nomor: 198/Sipres/A5.3/HM/VI/2019

Mendikbud: Zonasi Bukan Hanya Untuk PPDB Saja

Jakarta, Kemendikbud — Kebijakan zonasi yang diterapkan sejak tahun 2016 menjadi pendekatan baru yang dipilih pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses pada layanan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau agar pemerintah daerah dapat turut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan zonasi.

Mendikbud kembali menegaskan bahwa pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja, tetapi juga untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan. “Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian kualitas sarana prasarana. Semuanya nanti akan ditangani berbasis zonasi,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan jajarannya di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Jumat (14/6).

“Penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat,” tambahnya.

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Personal | Tinggalkan komentar

PERMENDIKBUD NOMOR 35 TAHUN 2018 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH

A. Latar Belakang

  1. Informatika merupakan salah satu disiplin ilmu yang berfungsi memberikan kemampuan berpikir manusia dalam mengatasi persoalan-persoalan yang semakin kompleks agar dapat bersaing di Abad ke-21. Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai salah satu bagian dari Informatika merupakan kebutuhan dasar peserta didik agar dapat mengembangkan kemampuannya pada era digital.
  2. Mata Pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran pilihan yang diselenggarakan berdasarkan ketersediaan guru sesuai dengan kualifikasi akademik dan kompetensi, serta sarana prasarana pada satuan pendidikan.

B. Status

Mengubah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah karena belum mengatur muatan informatika pada sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah

C. Isu Pokok dalam Regulasi

  1. Mata Pelajaran Prakarya pada bagian III huruf B tabel 2 kelompok B (umum) diubah menjadi Mata Pelajaran Prakarya dan/atau Mata Pelajaran Informatika;
  2. keterangan untuk tabel 2 diubah sehingga menjadi sebagai berikut:
    1. Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
    2. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
    3. Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
    4. Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah.
    5. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 40 (empat puluh) menit.
    6. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, paling banyak 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
    7. Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta faktor lain yang dianggap penting, namun yang diperhitungkan Pemerintah, maksimal 2 (dua) jam/minggu.
    8. Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
    9. Untuk Mata Pelajaran Prakarya dan/atau Mata Pelajaran Informatika, satuan pendidikan menyelenggarakan salah satu atau kedua mata pelajaran tersebut. Peserta didik dapat memilih salah satu mata pelajaran yaitu Mata Pelajaran Prakarya atau Mata Pelajaran Informatika yang disediakan oleh satuan pendidikan.
    10. Dalam hal satuan pendidikan memilih Mata Pelajaran Prakarya, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
    11. Khusus untuk Madrasah Tsanawiyah struktur kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama
    12. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masingmasing satuan pendidikan.

Untuk Lebih Lengkapnya silahkan Baca versi Lengkapnya

Ditulis pada Info | Tinggalkan komentar

SURAT EDARAN DIRJEN DIKDASMEN TENTANG PENGGUNAAN APLIKASI RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH PADA SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Yth. Bapak/Ibu

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Kepala SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB

di seluruh Indonesia

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pengelolaan dana satuan pendidikan yang transparan dan akuntabel merupakan salah satu upaya dalam mencapai pendidikan yang bermutu. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan Aplikasi RKAS yang terintegrasi secara nasional untuk memfasilitasi satuan pendidikan dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban dana Bantuan Operasional Sekolah dan sumber lainnya yang diterima oleh satuan pendidikan. 

Untuk mendukung implementasi Aplikasi RKAS ini, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengeluarkan Surat Edaran nomor: 4313/D/PR/2019 tentang Penggunaan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Surat edaran tersebut ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia agar menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan hal-hal sebagai berikut:

1. Menugaskan Tim BOS sebagai Admin pengelola Aplikasi Manajemen RKAS per-bidang pendidikan dasar (SD/SMP) serta bidang pendidikan menengah dan khusus (SMA/SMK/SLB).

2. Masing-masing Tim BOS provinsi/kabupaten/kota melakukan registrasi pada laman: markas.dikdasmen.kemdikbud.go.id dengan melampirkan SK Tim BOS yang telah ditandatangani oleh pimpinan yang berwenang.

3. Menugaskan Tim BOS untuk menginput kode rekening yang telah ditetapkan melalui peraturan kepala daerah, paling lambat tanggal 30 September 2019 ke dalam aplikasi manajemen RKAS di laman: markas.dikdasmen.kemdikbud.go.id, serta mengirim file tersebut dalam bentuk excel sesuai dengan format ke surel: rkas.dikdasmen@kemdikbud.go.id.

4. Menugaskan Tim BOS untuk berkoordinasi dengan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah) setempat dalam rangka optimalisasi proses sosialisasi dan pemanfaatan laporan dari Aplikasi RKAS.

5. Mempersiapkan kegiatan sosialisasi Aplikasi RKAS ke seluruh satuan pendidikan di wilayahnya masing-masing.

6. Menugaskan kepala sekolah untuk menggunakan Aplikasi RKAS untuk kegiatan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban melalui dana Bantuan Operasional Sekolah dan sumber lainnya yang diterima oleh satuan pendidikan.

Demikian informasi yang kami sampaikan, file surat edaran selengkapnya dapat diunduh pada lampiran berita ini. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Admin RKAS

LAMPIRAN

Klik pada tautan ini : Unduh Surat Edaran Dirjen Dikdasmen tentang Penggunaan Aplikasi RKAS 

sumber : http://rkas.dikdasmen.kemdikbud.go.id/news/79/?hal=Surat-Edaran-Dirjen-Dikdasmen-tentang-Penggunaan-Aplikasi-Rencana-Kegiatan-dan-Anggaran-Sekolah-pada-Satuan-Pendidikan-Dasar-dan-Menengah

Ditulis pada Info | Tag , | Tinggalkan komentar

LPMP Jawa Tengah Mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1940 H

Ditulis pada Info | Tinggalkan komentar

Cara Mudah Join Ke Webex

  1. Install aplikasi Webex dari playsotere atau appstore
  2. Jalankan Webex, klik Join Meeting.
  3. Masukan Meeting Number, password (diberikan oleh pembuat room) Nama dan Alamat Email.
  4. Klik Join
  5. Setelah berhasil masuk, klik tombol Call Using Internet

Ditulis pada Info | Tag , , | Tinggalkan komentar

Syarat PPG 2019

Walaupun sudah berjalan beberapa angkatan tetapi masih banyak juga yang nanya ke saya, apa syarat PPG 2019. Dan walaupun sudah saya beritahu bahwa lulus PPG tidak otomatis mendapat tunjangan profesi tetapi hanya salah satu syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi. Bisa di baca di sini infonya.

dari pada saya minta googling yang kesannya tentu saja saya gak mau kasih alamat pastinya, maka mau gak mau harus saya masukan di sini juga infonya, jadi kalo ada yang nanya saya tinggal bilang buka di blog saya saja.

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Info | Tag , , , , | 6 Komentar

Lulus PPG Tidak Otomatis Dapat Tunjangan Profesi

Sumber :  http://ppg.ristekdikti.go.id

Dari banyak pertanyaan yang masuk ke saya pribadi dan ke Lembaga, salah satu yang sering keluar pertanyaan adalah,

“saya sudah lulus PPG kapan saya dapat tunjangan profesi ?”

Sebenarnya mungkin para penanya sudah tau jawabannya, bahwa Lulus PPG tidak otomatis dapat tunjangan profesi, karena PPG hanya salah satu syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi.

sebenarnya apa saja syarat untuk dapat tunjangan sertifikasi?

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Info | Tag , , , , , | 1 Komentar

Menghapus Background Foto Secara Mudah

Dalam pembuatan media seperti flyer, presentasi, multimedia, meme dan lain lain, penggunaan foto sangat di perlukan. ada kalanya foto tersebut hanya di perlu objek tertentu saja tampa ada backgroundnya.

Saat ini banyak tersedia aplikasi gratis penghapus background baik di android ataupun windows, sehingga kadang bingung menentukan mana yang lebih baik dan praktis untuk di gunakan.

Setelah mencoba berbagai macam aplikasi baik yang profesional seperti adobe Photoshop maupaun aplikasi sederhana seperti cut cut, akhirnya saya bisa menarik kesimpulan mana yang paling simpel cara penggunaannya.

aplikasinya tersedia secara online dengan alamat https://www.remove.bg.

remove.bg (sumber : https://petapixel.com)

Cara penggunaannya pun mudah, setelah masuk ke websitenya, klik pada tombol select a photo, kemudian pilih foto yang akan kita hilangkan backgroudnnya, klik upload. Akan ada proses dengan algoritma rumit sehingga aplikasi ini bisa menghilangkan background dengan baik.

Jika kita merasa hasilnya belum maksimal, kita masih bisa mengedit lebih lanjut dengan mengklik tombol edit. jika masih belum paham silahkan lihat video tutorialnya

Video Tutorial menghapus backgorund dengan mudah

jika masih ada yang ditanykan silahkan tulis di kolom komentar.

Ditulis pada Materi Pelatihan | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar