LPMP Jawa Tengah Lakukan Bimtek Aplikasi e-Rapor SD

Bimtek E Rapor di SD N 1 Ungaran, Kab. Semarang

Dalam rangka perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah selesai melaksanakan Ujicoba Pengembangan Aplikasi Penilaian Kelas di Sekolah Dasar pada tanggal 24-27 Juli 2019 yang diikuti oleh staf LPMP. Sebagai tindak lanjut Ujicoba tersebut Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar akan melaksanakan Bimbingan Teknis Aplikasi e-Rapor SD di 34 provinsi dan 68 kabupaten/kota pada tanggal 5-10 Agustus 2019.

Untuk Propinsi Jawa Tengah, Bimtek di laksanakan di dua lokasi yaitu SDN 4 Sendang Mulyo 4 Kota Semarang pada tanggal 7 Agustus 2019 dan SDN 1 Ungaran Kab. Semarang pada tanggal 8 Agustus 2019. Sedangkan untuk narasumber di kedua kegiatan, LPMP Jawa Tengah menugaskan, Sunarsono, S.Kom dan Priyo A Abimanyu, M.Kom.

Dokumentasi Kegiatan di SDN 1 Ungaran

Dokumentasi Bimtek Erapor di SDN 4 Sendangmulyo Kota Semarang

Ditulis pada Info LPMP Jawa Tengah | Tag | 1 Komentar

Membuat QR Code Alamat Dengan Mudah

Sumber : https://penganten.com/undangan-pernikahan/

Undangan saat ini selain di lengkapi oleh alamat manual lebih baik lagi di lengkapi dengan QR Code biar mudah dan lebih keren.

Saat ini pembuatan QR Code alamat bisa di buat dengan mudah tampa harus menginstall aplikasi. caranya sebagi berikut.

  • Buka www.google.com/maps
  • masukan alamat yang ingin kita buatkan QR Code, misal LPMP Jawa Tengah
Hasil pencarian peta LPMP Jawa Tengah di Google Maps
  • Setelah muncul peta yang di harapkan, klik tombol Bagikan
  • di tampilan Bagikan, klik salin Link
  • Buka tab baru di browser, copy link hasil dari Salin Link ke alamat di tambah titik (.) qr, contoh : https://goo.gl/maps/hguE3j8H42EhfP9Q6.qr tekan enter
  • akan muncul QR Code
Hasil QR Code dari https://goo.gl/maps/hguE3j8H42EhfP9Q6.qr
  • QR Code bisa langsung di save as sebagai image dan di tambahkan di dalam undangan yang kita buat

Sangat mudah dan cepat, jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar

Ditulis pada Materi Pelatihan | Tag | Tinggalkan komentar

Virtual Coordinator Trainer (VCT) Metode alternatif Diklat

Pelatihan VCT sudah berlangsung dari Batch 1 sampai dengan Batch 5 di seluruh Indonesia. Peserta pelatihan setiap Batch meningkat teramat luar biasa. Batch 1 pendaftar berjumlah 384 dengan jumlah lulus 107. Batch 2 pendaftar 5000 dengan jumlah lulus 629. Batch 3 pendaftar 14000 seluruh Indonesia dengan jumlah lulus 2314. Karena jumlah yang teramat banyak maka seluruh Indonesia kemudian dikelompokkan menjadi 9 region. 

Untuk Pelatihan Batch 5 ini Region Jateng DIY dibagi menjadi total 41 wilayah. 35 wilayah Jawa Tengah, 5 Wilayah DIY, dan 1 wilayah khusus yaitu kelompok Pengawas dan Kepala Sekolah SMA/SMK/MA/SLB  se Jateng DIY.

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Personal | Tinggalkan komentar

Presentasi Pakai HP Android

Artikel ini di buat untuk Andri, Coy dan beberapa teman lain yang ingin presentasi cukup pakai hp, entah karena ingin praktis atau alasan lainnya.

untuk mewujudkan itu perlu beberapa peralatan yang harus di siapkan,

  1. Doggle Anycast
    1. harga Rp. 126.300,-
    2. beli di https://www.jakartanotebook.com/anycast-chromecast-hdmi-dongle-wifi-1080p-black
  2. HDMI Female to female
    1. Harga Rp.5.400,-
    2. Beli di https://www.jakartanotebook.com/rovtop-adapter-hdmi-female-ke-hdmi-female-z2-black
  3. HDMI to VGA
    1. Harga Rp. 56.700,-
    2. Beli di https://www.jakartanotebook.com/adapter-mini-hdmi-ke-vga-female-dengan-audio-white

Untuk cara instalasinya seperti ini, jika Projector sudah memiliki colokan/Port HDMI maka langsung colokan donggle anycast di colokan/port HDMI tapi jika hanya tersedia port VGA maka colokan donggle anycast ke HDMI female to female baru kemudian colok ke HDMI to VGA kemudian di colokan ke projektor. Setelah itu pasangkan power. bisa dari powerbank atau dari charge HP.

Pemasangan

setelah terpasang dan di nyalakan, dari smartphone andorid cari menu untuk menshare tampilan smartphone kita ke anycast, beda merek beda nama menu contoh di samsung smart view, di vivo wifi display, nama lainnya adalah WLAN Display, wireless display, allshare display, allshare cast, mircast, mirroring dll.

Setelah ketemu menu nya, pilih nama dogglenya

setelah itu otomatis layar smartphone tampil di projector. jika ingin mengkoneksikan dari laptop windows 10 maka langkahnya sebagai berikut

Setting – Display – Connect to wireless display – Anycast

Ditulis pada Personal | Tinggalkan komentar

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah Kab. Grobogan

Dalam sambutan pembukaan seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah Kab. Grobogan di aula Dinas Pendidikan Kab. Grobogan, kepala LPMP Jawa Tengah yang di wakili oleh Kabid Pemetaan dan Supervisi  Mutu Pendidikan Ibu Dr. Sri Widarti, M.Pd menyampaiaknbahwa  kegiatan ini pada dasarnya untuk melihat potensi maksimal peserta sehingga bisa memunculkan the right man on the right place, selanjutnya hasil dari kegiatan ini di teruskan Dengan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah memuculkan kepala sekolah yang kreatif dan inovatif.  Selanjutnya Ibu Sri Widarti menginformasikan Kegiatan Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah Kab. Grobogan di selenggearakn atas kerjama dinas pendidikan, LPMP Jawa Tengah dan LPPKS sehingga hasilnya valid dan sah.


Kegiatan Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah Kab. Grobogan  dikuti oleh 42 orang calon kepala sekolah jenjang SD dan 1 orang calon kepala sekolah jenjang TK. Diselenggarakan di aula Dinas Pendidikan Kab. Grobogan tanggal 5 – Juli 2019. Di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan kab. Grobogan bapak Amin Hidayat.


Supervisor sekaligus assesor kgiatan ini adalah bapak Drs. Joko Peiyadi, M.Pd dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS), di bantu oleh Drs. Abadi, DR. Mulida H, M.Pd dan DR. Wasimin, M.Pd sebagai assesor dari Lembaga Penjaminan Mutu  Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Info LPMP Jawa Tengah | Tag , | Tinggalkan komentar

Modus Baru Kamera Tersembunyi di Smartphone

Sebuah modus baru kejahatan mulai terungkap, hati hati bagi remaja putri atau perempuan lainnya jika menemukan smartphone yang tertinggal di dalam toilet atau ruang ganti walaupun kondisinya tidak aktif atau terkunci.

Biasanya modusnya seperti ini, seseorang segaja meninggalkan smartphone di dalam toilet atau ruang ganti dalam keadaan tidak aktif dan atau terkunci. Secara logika, ketika kita menemukan smartphone  yang tidak aktif kita tidak merasa kuatir, bahkan kita berusaha  menghidupkan untuk mencari tau siapa pemilik smartphone tersebut. Seharusnya Jika menemukan seperti itu, Tunda segera aktivitas yang ingin di lakukan di ruang tersebut sebelum smartphone tersebut di keluarkan, karena walaupun dalam kondisi tidak aktif atau terlihat mati sebenarnya smartphone tersebut masih bisa merekam untuk mengambil foto atau video dengan sebuah aplikasi dan bantuan smartwacth.

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Personal | Tag | Tinggalkan komentar

Cybersickness, Penyakit apa itu?

Ketika browsing di timeline, muncul postingan curhat seorang teman mengenai anaknya yang mengalami gejala muntah, mual pusing dan sedikit linglung. usut punya usut ternyata si anak kelamaan main gadged, entah itu bermain game ataupun menonton youtube. Jaman sekarang memang paling enak momong anak dengan memberikan gadged, mereka langsung anteng, orang tuanya pun ikut asyik bermain gadged di sebalahnya.

Salah satu penyakit yang muncul karena kecanggihan teknologi informasi adalah Digital Motion Sickness atau juga di kenal sebagai cybersickness. Cybersickness di tandai dengan kondisi seperti perasaan pusing, mual, dan juga mengganggu keseimbangan seseorang saat ataupun setelah menggunakan smartphone, bahkan beberapa kasus yang terjadi penderita kelihatan seperti linglung. Keadaan ini hampir mirip dengan mabuk perjalanan, bedanya kalau mabuk perjalanan tubuh merasakan pergerakan tetapi mata tidak melihat. Sedangkan cybersickkness sementara cybersickness terjadi saat kita melihat pergerakan di layar tetapi tidak merasakannya. Misalnya saat bermain game balapan, game yang pergantian gambarnya cepat, atau saat meelihat video terlalu lama.

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Info, Personal | Tag | Tinggalkan komentar

Korban Zonasi atau Kalah Kompetisi

sambil menemai istri mempersiapkan sahur, iseng iseng buka whatsapp. Ada sebuah komentar di group whatsapp guru yang menggelitik saya

komentar seorang guru di group whatsapp

Termasuk sy anak sy pak korban zonasi, dengan susah payah les dengan biaya yg tidak sedikit, belajar dengan giat agar dapat diterima di sekolah impian akhirnya harus frustasi karena zonasi. Sekarang anaknya ngelamun aja, gak da tawa dan canda bahkan kemarin kalau sy gak marah dia gk mau makan. Rayuan sy gak mempan. Kecewa karena nem rendah bisa diterima di sekolah negeri.

dari yang saya tangkap, ibu tersebut merasa sebagai korban zonasi karena anaknya sudah belajar dapet nilai tinggi tapi tidak bisa di terima di sekolah favoritnya, sehingga si anak menjadi frustasi karena kecewa. Pada ibu tersebut adalah juga seorang pendidik yang seharusnya sudah tahu mengenai aturan zonasi.

saya sangat miris membaca komentar ini sehingga tidak tahan ikut berkomentar, tapi saya kurang puas menumpahkan pemikiran saya di sana sehingga mengilhami untuk menulis artikel ini.

Seperti yang kita ketahui bersama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 masih menggunakan jalur zonasi, sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud No.51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020

Di sini saya tidak membahas mengenai aturan tetepi mengenai bagaimana kita menerima dan mensiasati aturan teresebut. Sebagai guru atau orang tua kita harus menyadari bahwa aturan yang di buat pemerintah untuk mengakomodir kepentingan orang banyak.

walapun ada zonasi, seharusnya tidak ada yang menjadi korban karena semua sudah ada celahnya. Ada jalur prestasi sebanyak 5% dari total siswa yang di terima. kalo memang anak kita atau kita sebagai orang tua ingin memasukan anak ke sekolah favorit, peluang itu masih sangat terbuka lebar. silahkan kejar dari jalur prestasi, jika memang anak kita pintar dan berprestasi tentu mereka akan bisa memilih sekolah di manapun. dan ketika mereka tidak mampu untuk masuk sekolah favorit karena kurang prestasi maka jangan merasa sebagai korban, karna istilahnya bukan korban zonasi tapi kalah bersaing.

Kenapa saya menyoroti istilah korban zonasi, karena efecknya beda antara korban dan kalah bersaing. ketika anak kalah bersaing, ajarkan mereka menerima kekalahan dan bangkit kembali menjadi pribadi yang siap menang dalam persaingan berikutnya. sekolah hanya satu dari sekian ujian dan persaingan yang akan mereka hadapi. Kadang saya berpikir ini anaknya yang pengen atau orang tuanya yang ngebet.

bagi saya pribadi sekolah favorit bukan harga mati, jauh sebelum ada zonasi saya menekankan ke anak saya untuk sekolah yang dekat dengan rumah, dengan beberapa keuntungan ketika mereka sekolah di dekat rumah menurut saya sebagai berikut :

  1. Eifisian dalam waktu, berangkat bisa santai pulang pun dengan santai
  2. Faktor kemaman lebih terjamin, deket rumah banyak tetangga yang juga sekolah di sana.
  3. Dari transportasi Menekan biaya dan ikut menurangi kemacetan
  4. membuat anak lebih dekat dengan tetangga sekitar
  5. mempunyai waktu luang yang banyak untuk bermain atau mempelajari kemampuan lain di luar sekolah seperti olahraga beladiri, kesenian dan lain2

#masih bersambung
#Kerjaan lagi padet

Ditulis pada Personal | Tinggalkan komentar

Mendikbud: Zonasi Bukan Hanya Untuk PPDB Saja

SIARAN PERS
Nomor: 198/Sipres/A5.3/HM/VI/2019

Mendikbud: Zonasi Bukan Hanya Untuk PPDB Saja

Jakarta, Kemendikbud — Kebijakan zonasi yang diterapkan sejak tahun 2016 menjadi pendekatan baru yang dipilih pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses pada layanan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau agar pemerintah daerah dapat turut memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan zonasi.

Mendikbud kembali menegaskan bahwa pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja, tetapi juga untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan. “Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian kualitas sarana prasarana. Semuanya nanti akan ditangani berbasis zonasi,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan jajarannya di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Jumat (14/6).

“Penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat,” tambahnya.

Lanjutkan membaca
Ditulis pada Personal | Tinggalkan komentar

PERMENDIKBUD NOMOR 35 TAHUN 2018 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH

A. Latar Belakang

  1. Informatika merupakan salah satu disiplin ilmu yang berfungsi memberikan kemampuan berpikir manusia dalam mengatasi persoalan-persoalan yang semakin kompleks agar dapat bersaing di Abad ke-21. Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai salah satu bagian dari Informatika merupakan kebutuhan dasar peserta didik agar dapat mengembangkan kemampuannya pada era digital.
  2. Mata Pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran pilihan yang diselenggarakan berdasarkan ketersediaan guru sesuai dengan kualifikasi akademik dan kompetensi, serta sarana prasarana pada satuan pendidikan.

B. Status

Mengubah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah karena belum mengatur muatan informatika pada sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah

C. Isu Pokok dalam Regulasi

  1. Mata Pelajaran Prakarya pada bagian III huruf B tabel 2 kelompok B (umum) diubah menjadi Mata Pelajaran Prakarya dan/atau Mata Pelajaran Informatika;
  2. keterangan untuk tabel 2 diubah sehingga menjadi sebagai berikut:
    1. Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.
    2. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
    3. Mata pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri.
    4. Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah.
    5. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 40 (empat puluh) menit.
    6. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, paling banyak 50% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
    7. Satuan pendidikan dapat menambah beban belajar per minggu sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan akademik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta faktor lain yang dianggap penting, namun yang diperhitungkan Pemerintah, maksimal 2 (dua) jam/minggu.
    8. Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
    9. Untuk Mata Pelajaran Prakarya dan/atau Mata Pelajaran Informatika, satuan pendidikan menyelenggarakan salah satu atau kedua mata pelajaran tersebut. Peserta didik dapat memilih salah satu mata pelajaran yaitu Mata Pelajaran Prakarya atau Mata Pelajaran Informatika yang disediakan oleh satuan pendidikan.
    10. Dalam hal satuan pendidikan memilih Mata Pelajaran Prakarya, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.
    11. Khusus untuk Madrasah Tsanawiyah struktur kurikulum dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang diatur oleh Kementerian Agama
    12. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai dengan kondisi dan potensi masingmasing satuan pendidikan.

Untuk Lebih Lengkapnya silahkan Baca versi Lengkapnya

Ditulis pada Info | Tinggalkan komentar