Bagaimana Mendekteksi Berita Hoax

Sore ini di sela sela menunggu buka puasa, masuk sebuah pertanyaan melalui pesan di Whatsapp saya, isinya seperti gambar di atas atau seperti ini

“Mulai Hari Senin besok WhatSapp akan dikenakan bayaran (biaya) karena sekarang whatsapp sdh diakuisisi oleh Facebook. Jadi kalau anda punya kontak sekurangnya 15 orang, maka kirimilah mereka pesan ini. Dengan begitu kita akan melihat bahwa anda adalah pengguna yang sangat membutuhkan whatsapp ini, dan kemudian logo anda akan menjadi biru (🔵) dan akan tetap gratis. (Seperti berita yang dimuat dalam koran hari ini). Whatsapp akan dikenakan biaya sebesar 0.01€ per pesan (message). Kirimlah pesan ini ke 10 org. Apabila anda mengirim pesan tsb maka warna logo anda akan menjadi biru, kalau tdk setiap penggunaan whatsapp akan dikenakan biaya. Akuisisi Facebook Terhadap WhatsApp Dan Login Menggunakan Facebook klik 👉 xxxxgua*****malatango.com/cepzk//320649e696efc12dfeeea1878e4b1436/fcb/en/?i=2776827&i=2776827

Asli no hoax, Sebarkan Berita Ini Karna Whatsapp Setiap Hari Di Pantau, Jika Anda Tak Mau Menyebarkan Anda Bisa Klik URL di atas dan ikuti perintahnya jika tidak ingin di blokir”

di pesan kedua di tuliskan pertanyaan apakah berita ini hoah kah?

sekilas saja saya bisa menyimpulkan bahwa pesan di atas adalah hoax, yang jadi masalah adalah ketika penanya bertanya lagi mengenai indikasinya ini kenapa pesan tersebut saya simpulkan hoax. Saat itu saya hanya bisa menjawab kesimpulannya adalah hoax, karena untuk menjelaskannya akan perlu penjelasan panjang dan saya berjanji untuk menuliskan penjelasanya melalui blog. Alasan saya supaya bisa enak menuliskannya.

Sebagai bagian dari pembelajaran, penambah pengetahuan dan tentu saja supaya kita tidak mudah termakan hoax, mari kita sama sama bedah kenapa pesan tersebut bisa di simpulkan hoax.

Saya bisa menarik kesimpulan pesan itu hoax dari kalimat awalnya,

“Mulai Hari Senin besok WhatSapp akan dikenakan bayaran (biaya) karena sekarang whatsapp sdh diakuisisi oleh Facebook”

dari kalimat diatas sudah bisa kita simpulkan bahwa berita ini adalah hoax, karena walaupun whatsapp benar di akusisi oleh facebook tetapi mengenai whatsapp yang akan di tarik biaya, sampai saat ini belum ada info resminya, jikapun berita ini benar tentu akan di muat di media massa secara luas. Jadi sebuah pesan yang di awali kebohongan bisa kita simpulkan seterusnya juga bohong.

“Dengan begitu kita akan melihat bahwa anda adalah pengguna yang sangat membutuhkan whatsapp ini, dan kemudian logo anda akan menjadi biru (🔵) dan akan tetap gratis. (Seperti berita yang dimuat dalam koran hari ini)”

Jelas ini tidak ada di aturan yang di buat whatsapp, jika kita menyebutkan sumber dari berita maka harus di cantumkan berita media apa, kapan waktu nya, bisa di lihat di alamat mana atau terbit kapan. jadi kalimat selanjutnya ini jelas menunjukan berita hoax.

“Akuisisi Facebook Terhadap WhatsApp Dan Login Menggunakan Facebook klik 👉 xxxxgua*****malatango.com/cepzk//320649e696efc12dfeeea1878e4b1436/fcb/en/?i=2776827&i=2776827”

Dan ini yang paling bahaya, ajakan untuk membuka sebuah situs dan memasukan user login dan password facebook kita adalah sebuah ajakan berbaya yang jika kita lakukan maka facebook kita aka di ambil alih oleh orang jahat. Jangan pernah memberikan user login dan password, nomer pin dan sandi rahasia kita kepada orang lain atau pihak yang belum jelas.

Biasanya pesan berantai (broadcast message) akan berisi himbauan dan ajakan untuk menyebarluaskan pesan tersebut, dengan di awali dengan informasi yang mengintimidasi. jika bapak ibu mendapatkan pesan yang meminta menyebarluaskan apalagi di tambahai untuk memasukan informasi rahasia kita di web tertentu lewat email atau lewat media sosial lainnya, berhati hatilah dan konsultasikan kepada pihak yang lebih paham. sering kalo pesan tersebut adalah lowongan pekerjaan, jika bapak ibu tidak tau pasti sumber beritanya atau tidak menyantumkan sumber yang valid lebih baik jangan di sebarkan. Tahan jempol kita untuk share.

Demikian info sederhana supaya kita tidak menyebarluaskan Hoax atau termakan hoax. Terima Kasih, jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar.(Abi/LPMP)

Tulisan ini dipublikasikan di Info. Tandai permalink.

2 Responses to Bagaimana Mendekteksi Berita Hoax

  1. Heni Riyani berkata:

    Terima kasih Infonya Pak Abi..sangat informatif dan edukatif…Semoga masyarakat lbh smart dlm ber media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.