Cybersickness, Penyakit apa itu?

Ketika browsing di timeline, muncul postingan curhat seorang teman mengenai anaknya yang mengalami gejala muntah, mual pusing dan sedikit linglung. usut punya usut ternyata si anak kelamaan main gadged, entah itu bermain game ataupun menonton youtube. Jaman sekarang memang paling enak momong anak dengan memberikan gadged, mereka langsung anteng, orang tuanya pun ikut asyik bermain gadged di sebalahnya.

Salah satu penyakit yang muncul karena kecanggihan teknologi informasi adalah Digital Motion Sickness atau juga di kenal sebagai cybersickness. Cybersickness di tandai dengan kondisi seperti perasaan pusing, mual, dan juga mengganggu keseimbangan seseorang saat ataupun setelah menggunakan smartphone, bahkan beberapa kasus yang terjadi penderita kelihatan seperti linglung. Keadaan ini hampir mirip dengan mabuk perjalanan, bedanya kalau mabuk perjalanan tubuh merasakan pergerakan tetapi mata tidak melihat. Sedangkan cybersickkness sementara cybersickness terjadi saat kita melihat pergerakan di layar tetapi tidak merasakannya. Misalnya saat bermain game balapan, game yang pergantian gambarnya cepat, atau saat meelihat video terlalu lama.

Penjelasan lain menurut Steven Rauch, direktur medis dari Eye and Ear Balance dan Vestibular Center dan profesor otolaringologi di Harvard Medical School yang di kutip dari nytimes.com, cybersickness adalah ketidak cococokan dasar antara sensor dan motorik. Perasaan keseimbangan berbeda dari indera lain karena memiliki banyak input, Ketika input itu tidak setuju, saat itulah Anda merasa pusing dan mual. Ini adalah reaksi alami pada kondisi yang tidak alami.

Kembali lagi ke gaya hidup saat ini, penggunaan gadged saat ini sangat membantu dalamm hal pekerjaan maupun hiburan. Tetapi efeck samping negatif juga harus di waspadai. Sesibuk apapun jangan biarkan anak bermain gadged terlalu lama, bahkan lebih baik hilangkan gadged dari daftar mainan anak. Lebih baik kita ajak anak bermain secara fisik atau melakukan hal lainnya.

Ketika browsing di timeline, muncul postingan curhat seorang teman mengenai anaknya yang mengalami gejala muntah, mual pusing dan sedikit linglung. usut punya usut ternyata si anak kelamaan main gadged, entah itu bermain game ataupun menonton youtube. Jaman sekarang memang paling enak momong anak dengan memberikan gadged, mereka langsung anteng, orang tuanya pun ikut asyik bermain gadged di sebalahnya.

Salah satu penyakit yang muncul karena kecanggihan teknologi informasi adalah Digital Motion Sickness atau juga di kenal sebagai cybersickness. Cybersickness di tandai dengan kondisi seperti perasaan pusing, mual, dan juga mengganggu keseimbangan seseorang saat ataupun setelah menggunakan gadged, bahkan beberapa kasus yang terjadi penderita kelihatan seperti linglung. Keadaan ini hampir mirip dengan mabuk perjalanan, bedanya kalau mabuk perjalanan tubuh merasakan pergerakan tetapi mata tidak melihat. Sedangkan cybersickkness terjadi saat kita melihat pergerakan di layar tetapi tidak merasakannya. Misalnya saat bermain game balapan, game yang pergantian gambarnya cepat, atau saat melihat video terlalu lama.

Penjelasan lain menurut  Steven Rauch, direktur medis dari Eye and Ear Balance dan Vestibular Center dan profesor otolaringologi di Harvard Medical School yang di kutip dari nytimes.com, cybersickness adalah ketidak cococokan dasar antara sensor dan motorik. Perasaan keseimbangan berbeda dari indera lain karena memiliki banyak input, Ketika input itu tidak setuju, saat itulah Anda merasa pusing dan mual. Ini adalah reaksi alami pada kondisi yang tidak alami.

Kembali lagi ke gaya hidup saat ini, penggunaan gadged saat ini sangat membantu dalam hal pekerjaan maupun hiburan. Tetapi efeck samping negatif juga harus di waspadai. Sesibuk apapun jangan biarkan anak bermain gadged terlalu lama, jika memang memang harus menggunakan gadged, dampingi mereka, bahkan lebih baik hilangkan gadged dari daftar mainan anak. Lebih baik kita ajak anak bermain secara fisik atau melakukan hal lainnya. Kecanduan bermain gadged selain menimbulkan masalah penyakit fisik juga tidak baik untuk psikologis anak. (abi)

Referensi :

Tulisan ini dipublikasikan di Info, Personal dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.