Jadwal Kegiatan Lomba Guru Kemdikbud 2018

jadwal kegiatan di lingkuangan Kemdikbud bagi guru tahun 2018 mengacu pada surat Direktoran Jenderal Guru da Tenaga kependidikan, Kementrian Pendidikan Nasional tanggal 9 Februari 2018 dengan nomer surat : 2791/B4.4/GT/2018 Sebagai Berikut

  1. olimpiade Guru Nasional
    1. Tingkat Provinsi : 12 – 17 Maret 2018
    2. Tingka Nasional : 29 April – 2 Mei 2018
  2. Lomba Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tanggal 12 – 18 Agustus 2018
  3. Lomba Keahlihan Guru Prduktiff SMK : September 2018
  4. Lomba Inavasi Pembelajaran (Pemula, Madya, Utama)
    1. Pemula : Oktober 2018
    2. Madya, Utama : November 2018
  5. Anugrah Konstitusi bagi Guru PPKn Jenjang Pendidikan Menengah : Oktober 2018
  6. Simposium : November 2018
  7. Penulisan Naskah Buku : November 2018

untuk informasi lebih lengkapnya silahkan ke www.kesharlindungdikmen.id

 

Registrasi Rakor Kur2013 Tahun 2018

SMK Akan Dibekali Kemapuan Augmented Reality

Karya siswa Surakarta, peserta pelatihan Virtual Reality yang didampingi SEAMOLEC di pameran Rembuknas 2018

Virtual Museum Keris & Radya Pustaka bisa dikunjungi di stand SEAMOLEC.

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melengkapi bahan ajar digital bagi siswa SMK dengan berbasis augmented reality (AR).

Teknologi AR ini dipakai karena dinilai lebih bagus daripada teknologi virtual reality (VR). Direktur Pembinaan SMK Ke mendikbud Bahrun mengatakan, Kemendikbud bersama dengan SEAMEO Regional Open Learning Center (Seamolec) akan mengembangkan bahan ajar siswa SMK dengan teknologi tinggi ini.

“AR mengintegrasikan informasi digital dengan lingkungan pengguna secara real time. Tidak seperti virtual reality yang menciptakan lingkungan buatan. Karena AR menggunakan lingkungan yang sudah ada dan melapisinya dengan informasi baru,” ungkap Bahrun di Kantor Kemendikbud, Jakarta, kemarin.

Continue reading SMK Akan Dibekali Kemapuan Augmented Reality

Ayo Update Usulan Bantuan Sekolahmu Melalui Takola SMK!

Direktorat Pembinaan SMK saat ini telah mengintegrasikan sebuah sistem usulan bantuan terbaru bernama “ Takola SMK” Aplikasi ini dapat diakses melalui http://psmk.kemdikbud.go.id/takola. Setiap SMK harus update usulan bantuan sesuai kebutuhan dilapangan, selanjutnya divalidasikan oleh Ketua MKKS masing-masing dan disetujui oleh Dinas Pendidikan provinsi.

Perbaikan data melalui aplikasi Takola SMK paling lambat tanggal 28 Februari 2018. Yuk! Segera perbaiki data usulan bantuan SMK-mu.

Panduan Takola SMK dan Surat Pemberitahuan resmi juga dapat diunduh melalui :Takola SMK

RANGKUMAN KEGIATAN LOKAKARYA PENDIDIKAN LPMP JAWA TENGAH 2017

Pada tanggal 7 Desember 2017, dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, LPMP Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Pendidikan dengan tema “Mewujudkan Guru Menjadi Insan Cendekia yang Profesional”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 228 orang peserta dari 300 orang guru yang berasal dari 35 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah. Panelis kegiatan yang menyampaikan materi terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru Berprestasi dari Jawa Tengah.

Materi yang pertama dipaparkan adalah tentang “Pengembangan Karier Guru: Problematika dan Solusinya”. Materi tersebut disampaikan oleh Dra. Dyah Budiarsih, M.Pd., seorang Pengawas SD Berprestasi dari Kab. Banyumas. Ringkasan isi materi tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Pemerintah telah menerbitkan regulasi tentang jabatan fungsional guru untuk menjadi acuan dalam pengembangan karir guru.
  2. Masih banyak guru yang tidak beranjak dari pangkat terakhirnya dengan berbagai alasan, seperti ketidaktahuan, kemalasan maupun kesibukan.
  3. Guru perlu mereview kembali tujuannya menjadi guru agar lebih bersemangat kembali dalam pengembangan karirnya.
  4. Guru perlu mengumpulkan angka kredit setiap tahun  untuk diusulkan menjadi PAK Tahunan
  5. Isi DUPAK adalah pendidikan, Penilaian Kinerja Guru, dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (Pengembangan diri, Pubikasi Ilmiah dan Karya Inovatif)

Panelis kedua yang menyampaikan materi adalah Yuniasih, M.Pd., seorang Kepala Sekolah Berprestasi. Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 2 Kendal. Materi yang disampaikan berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Inovatif: Problematika dan Solusinya”, dengan ringkasan materi sebagai berikut.

  1. Guru masih belum mengerti tentang model-model pembelajaran.
  2. Guru yang sudah mengerti model-model pembelajaran belum menerapkannya.
  3. Seringkali guru hanya menggunakan model pembelajaran yag sudah biasa digunakan.
  4. Model pembelajaran yang menarik akan menggairahkan siswa dalam belajar, apalagi beban siswa sangat banyak.
  5. RPP sudah ada tulisan model pembelajaran tapi sering tidak tergambarkan dalam sintak dan langkah-langkahnya.
  6. Pengembangan model pembelajaran bermanfaat dalam peningkatan karir dan kesejahteraan guru melalui lomba-lomba.

Panelis ketiga yang menyampaikan materi adalah seorang Guru Berprestasi, Dr. Nur Zaida, M.Pd., Guru SMPN 8 Semarang, dengan tema “Pengembangan Bahan Ajar: Problematika dan Solusinya”. Berdasar pengalamannya, menurut Nur Zaida, kendala yang secara umum dihadapi guru dalam menyusun bahan ajar adalah :

  1. Guru mengeluh tidak cukup waktu karena harus memenuhi jumlah jam mengajarnya
  2. Guru mengeluh kekurangan rujukan yang mendukung penyusunan bahan ajar
  3. Guru kurang paham terhadap KI dan KD sehingga tidak mengetahui dengan detail kompetensi minimal yang harus dikuasai siswa
  4. Guru kurang berminat menulis yang menuntut ketekunan dan kesungguhan

Panelis terakhir yang tampil dalam Lokakarya Pendidikan adalah Ardan Sirajudin, S.Pd., seorang Guru Berprestasi dari SMKN 8 Semarang (saat ini beliau menjabat sebagai Kepala SMK Satap Tuntang). Dengan tema “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis TIK: Problematika dan Solusinya” beliau berbagi pengalaman tentang pembuatan media pembelajaran dan lomba-lomba yang pernah diikuti, serta menyimpulkan bahwa problematika yang dihadapi guru dalam pengembangan media pembelajaran berbasis TIK antara lain:

  1. Sarana dan prasarana yang belum memadai, terutama untuk sekolah-sekolah yang berlokasi di pelosok.
  2. Kurangnya rasa percaya diri guru dalam menggunakan TIK dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
  3. Kurang intensifnya Kepala Sekolah dalam memotivasi guru untuk menggunakan media pembelajaran, terutama yang berbasis TIK.
  4. Penggunaan Pembelajaran berbasis TIK tanpa pengawasan.

Setelah diskusi panel selesai, dilanjutkan dengan penyusunan Action Plan atau Rencana Tindak Lanjut (RTL). RTL disusun secara berkelompok oleh peserta dari semua jenjang menurut kabupaten/kota. Fokus penyusunan RTL adalah kegiatan yang direncanakan oleh para peserta setelah mengikuti kegiatan lokakarya. Dari hasil penyusunan RTL tersebut dapat diketahui kegiatan apa yang banyak dibutuhkan oleh guru untuk pengembangan dari dan kariernya, serta rekomendasi bagi LPMP Jawa Tengah dan pemerintah daerah, serta pihak sekolah dalam peningkatan dan pengembangan kompetensi pendidik. Hasil RTL ditampilkan dalam diagram sebagai berikut.

Diagram 2.1

Dari diagram tersebut dapat diketahui bahwa 34% peserta merencanakan kegiatan Penyusunan Bahan Ajar berbasis IT/ Diktat/Modul; 30% merencanakan kegiatan Penyusunan PTK/Karya Inovatif/PTK/PTS; 18% merencanakan kegiatan Pembuatan Media Pembelajaran berbasis IT/Alat Peraga; 10% merencanakan IHT DUPAK; dan masing-masing 4% merencanakan Pengembangan Model Pembelajaran serta Pengembangan PKB/PKG.

Matri komplit Lokakarnya bisa di unduh di Sini

 

 

 

Undangan Sosialisasi dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Bantuan Pemerintah Pendampingan Kurikulum 2013 SMK

Mohon Calon Peserta Diklat Mengisi Biodata Secara Online di : regis.lpmp.net

Dengan hormat kami beritahukan  bahwa dalam rangka implementasi Kurikulum 2013, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah pada tahun anggaran 2017 akan melaksanakan Program Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran Jenjang SMK.

Untuk mempersiapkan kegiatan dimaksud, kami akan melaksanakan Sosialisasi dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Bantuan Pemerintah Pendampingan Kurikulum 2013 SMK pada tanggal 18 s.d. 19 Agustus 2017 bertempat di LPMP Jawa Tengah, Jl. Kyai Mojo Srondol Kulon, Semarang.

Sehubungan dengan hal tersebut, mohon perkenan Saudara memberi ijin sekaligus menugaskan calon peserta untuk mengikuti kegiatan dimaksud dengan ketentuan dan daftar peserta sebagaimana tercantum dalam lampiran surat ini.

Koordinasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Dwi Kustari dengan no HP. 081390025052 dan Sdr. Farhan T. Hatman dengan no HP. 08562706470.

 

KETENTUAN

 UMUM

  1. Nama Kegiatan :  Sosialisasi dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Bantuan Pemerintah Pendampingan Kurikulum 2013 SMK.
  2. Waktu :  18 s.d. 19 Agustus 2017
  3. Tempat :  LPMP Jawa Tengah

Jl. Kyai Mojo Srondol Kulon Banyumanik Semarang

PESERTA

  1. Calon peserta terdiri dari :
  • Kasi Kurikulum SMK di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah;
  • Kasi SMK di BPPMK Wilayah I,II,III,IV,V dan VI (eks Karesidenan);
  • Ketua MKKS SMK Provinsi Jawa Tengah
  • Ketua MKKS SMK di 34 Kabupaten/Kota
  • Kepala Sekolah Induk Klaster;
  • Bendahara Induk Klaster.
  1. Peserta dimohon membawa:
  • Surat tugas 2 (dua) rangkap;
  • Stempel Dinas/MKKS/Sekolah Induk Klaster
  1. Untuk Kepala Sekolah Induk Klaster dimohon membawa :
  • Proposal permohonan bantuan
  • Fotocopy rekening a.n. sekolah yang dilegalisir oleh pejabat bank dan stempel asli bank 3 lembar (untuk dilampirkan di Proposal, Biodata Peserta dan MoU);
  • Fotocopy NPWP a.n. sekolah 3 lembar (untuk dilampirkan di Proposal, Biodata Peserta dan MoU);
  • Materai 6 (enam) lembar @ Rp. 6000,-;
  • Laptop, Printer dan roll
  1. Peserta bersedia mengikuti semua kegiatan sampai selesai (tidak diberikan ijin meninggalkan kegiatan).
  2. Peserta tidak diperkenankan membawa anak/keluarga.

LAIN-LAIN

  1. Semua biaya pada kegiatan ini dibebankan pada DIPA LPMP Jawa Tengah Tahun 2017 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Bahan sosialisasi dapat diunduh di website lpmp.net.
  3. Pendaftaran peserta : Jumat, 18 Agustus 2017 07.30 WIB.
  4. Pembukaan : Jumat, 18 Agustus 2017 pukul 45 WIB.

Daftar Udangan :

Download Undangan Versi PDF

  1. Undangan
  2. Lampiran Peserta

Continue reading Undangan Sosialisasi dan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Bantuan Pemerintah Pendampingan Kurikulum 2013 SMK

Evaluasi dan Penyusunan Laporan Pemberian Bantah 7 s.d. 8 Agustus 2017

Diberitahukan dengan hormat, sebagai tindak lanjut pemberian bantuan pemerintah untuk Bimtek Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran Jenjang SMA, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah pada tahun anggaran 2017 akan menyelenggarakan Evaluasi dan Penyusunan Laporan Pemberian Bantuan Pemerintah pada tanggal 7 s.d. 8 Agustus 2017 bertempat di LPMP Jawa Tengah, Jl. Kyai Mojo Srondol Kulon, Semarang.

Sehubungan dengan hal tersebut, mohon perkenan Saudara memberi ijin sekaligus menugaskan calon peserta untuk mengikuti kegiatan dimaksud dengan ketentuan dan daftar peserta sebagaimana tercantum dalam lampiran surat ini.

Koordinasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Ratna Arifah dengan no HP. 08122532347.

Demikian, atas perkenan dan kerjasama yang baik kami sampaikan terima kasih.

Donwload undangan PDF

Daftar Peserta

Continue reading Evaluasi dan Penyusunan Laporan Pemberian Bantah 7 s.d. 8 Agustus 2017

Pendaftaran Peserta PLPG Tahun 2017 Bagi Guru Yang Telah Memilik Kualifikasi Akademik S2

Pengumpulan berkas silahkan di Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota

  1. Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk jenjang SD & SMP
  2. Dinas Pendidikan Provinsi untuk jenjang SMA, SMK & SLB
  3. Berkas dikirim ke dinas masing masing rangkap 2, terakhir diterima tanggal 4 Agustus 2017
  4. Biodata Calon Sergur dapat minta di Dinas masing-masing.
  5. Peserta harus memenuhi syarat yg sudah ditentukan

Untuk melihat surat dalam PDF klik disini

 

65 SMK DI JAWA TENGAH MENJADI TPK IMPLEMENTASI KUR 2013

LATAR BELAKANG

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan, sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Sejak tahun 2013, Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan bahwa kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum 2013. Kurikulum 2013 pada dasarnya merupakan pengembangan dari Kurikulum 2006 (KTSP), terutama pada unsur persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Pemberlakuan Kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap, mulai tahun ajaran 2013/2014 sampai dengan tahun 2019/2020. Khusus jenjang SMK, jumlah satuan pendidikan yang ditetapkan sebagai sekolah rintisan pelaksanaan Kurikulum 2013 SMK pada tahun pelajaran 2015/2016 adalah 1.499 SMK. Pada tahun pelajaran 2016/2017 ditingkatkan jumlahnya sebanyak 25% atau 3.200 SMK dari keseluruhan jumlah SMK yang ada. Selanjutnya pada tahun berikutnya diprogramkan akan ditambah sebanyak 35% sehingga pada tahun pelajaran 2017/2018 menjadi 60%. Direncanakan pada tahun pelajaran 2018/2019 seluruh kelas X SMK sudah melaksanakan Kurikulum 2013.

Kebijakan pemberlakuan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006 melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014, dimaksudkan agar penerapan Kurikulum 2013 di setiap satuan pendidikan dapat dilaksanakan secara terencana dan dengan persiapan yang lebih matang. Pasal 4 pada peraturan tersebut menyatakan: “Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019/2020”. Artinya, ketentuan tersebut memberi kesempatan kepada setiap satuan pendidikan yang belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 untuk tetap melaksanakan Kurikulum 2006 sambil terus melakukan persiapan-persiapan hingga selambat-lambatnya pada tahun 2020 diharapkan seluruh sekolah mampu mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara menyeluruh.

Pada kenyataannya kebijakan tersebut di atas membawa pengaruh yang kurang baik kepada pengelolaan SMK. Digunakannya kurikulum lebih dari satu jenis pada satu sekolah, dalam beberapa hal menjadikan sekolah mengalami kesulitan. Oleh karena itu, pada tahun pelajaran 2017/2018 Direktorat PSMK mengambil kebijakan untuk mengimplementasikan  Kurikulum 2013 pada seluruh kelas X SMK. Kebijakan tersebut menjadikan pencapaian target seratus persen implementasi Kurikulum 2013 lebih cepat dari rencana sebelumnya. Untuk mendukung kebijakan tersebut, maka SMK Sasaran implementasi Kurikulum 2013 di Provinsi Jawa Tengah yang semula 60% ditingkatkan menjadi 100%. Konsekuensinya, kuota SMK yang akan menjadi sasaran persiapan implementasi Kurikulum 2013 juga berubah. Dari 549 SMK Sasaran kemudian ditambah menjadi 1.019 SMK Sasaran.

Agar implementasi Kurikulum 2013 pada seluruh SMK di semua wilayah tanah air dapat berjalan dengan baik, Direktorat Pembinaan SMK pada tahun ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyegaran bagi instruktur dan Bimtek Implementasi Kurikulum bagi Guru Sasaran. Kegiatan tersebut meliputi dua tahap, yaitu kegiatan Bimtek penyegaran bagi instruktur dan Bimtek implementasi kurikulum bagi guru sasaran. Dengan digunakannya model seperti itu, diharapkan kegiatan Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 SMK Tahun 2017 dapat berlangsung lebih efektif dan lebih efisien serta membawa manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kesiapan SMK dalam menyongsong pelaksanaan Kurikulum 2013. Kegiatan bimtek tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMK dengan melibatkan peran serta LPMP. Bimtek Penyegaran Instruktur diselenggarakan langsung oleh Direktorat Pembinaan SMK, sedangkan Bimtek Penyegaran Instruktur Klaster dan Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 SMK bagi Guru Sasaran diselenggarakan oleh LPMP.

Continue reading 65 SMK DI JAWA TENGAH MENJADI TPK IMPLEMENTASI KUR 2013