Bikin Website Sekolah Keren Tanpa Coding: Pilih S.ID atau Google Sites?

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, sekolah tidak lagi cukup hanya dikenal melalui brosur, spanduk, atau rekomendasi dari mulut ke mulut. Saat ini, masyarakat—orang tua, calon peserta didik, bahkan mitra—lebih dulu mencari informasi melalui internet sebelum memutuskan apakah sebuah sekolah layak dipertimbangkan. Karena itu, memiliki identitas visual digital yang kuat, konsisten, dan profesional bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan strategis bagi setiap satuan pendidikan. Website sekolah berperan sebagai wajah resmi yang mewakili karakter, budaya, keunggulan, hingga transparansi manajemen sekolah. Tanpa website yang rapi dan mudah diakses, sekolah dapat kehilangan kepercayaan publik dan peluang untuk dikenal lebih luas.

Namun, tidak semua sekolah memiliki tim IT atau desainer web yang mampu membuat situs dari nol. Inilah alasan mengapa semakin banyak sekolah mencari solusi yang praktis, cepat, dan tidak membutuhkan kemampuan teknis yang rumit. Dua platform yang saat ini paling banyak dipilih karena kemudahan dan fleksibilitasnya adalah S.ID Website dan Google Sites. Kedua layanan ini memungkinkan sekolah membangun website yang informatif, menarik, dan responsif hanya dengan beberapa klik—sehingga fokus tetap bisa diarahkan pada program, layanan pendidikan, dan peningkatan mutu sekolah.

Website Sekolah Menggunakan Microsite S.ID

s.id/bbpmp

Website sekolah berbasis s.id adalah platform digital yang memanfaatkan layanan pendek URL (s.id) dan fitur microsite untuk mengumpulkan tautan penting pendidikan (materi, tugas, sosial media) ke satu halaman ringkas, membuatnya mudah diakses siswa, mempermudah guru berbagi konten, serta menyediakan analisis klik untuk efisiensi pembelajaran di era digital.

Manfaat Utama untuk Sekolah:

  • Akses Mudah & Rapi: Guru bisa membuat link s.id pendek untuk materi di Google Drive, YouTube, dll., sehingga siswa lebih mudah mengaksesnya.
  • Satu Link untuk Semua (Microsite): Fitur microsite memungkinkan sekolah atau guru membuat “bio link” berisi profil, link materi, link sosmed, dan info penting lainnya dalam satu halaman.
  • Analisis & Pelacakan: Melihat seberapa sering link diakses, membantu evaluasi efektivitas materi.
  • Kustomisasi: Nama link dan tampilan microsite bisa disesuaikan agar relevan dengan sekolah atau mata pelajaran.
  • Satu Guru Satu ID (Program S.id): Membangun identitas digital profesional guru dengan domain dan microsite khusus.

Cara Menggunakannya (Contoh Microsite):

  1. Login/Register: Masuk ke situs s.id menggunakan akun Google.
  2. Buat Microsite: Pilih ‘Create new’ lalu tipe ‘education’.
  3. Pilih Template & URL: Pilih tema, beri nama situs dan URL unik (contoh: s.id/namasekolah).
  4. Tambahkan Konten: Gunakan fitur “multilink” untuk menambah link materi dari Google Drive, YouTube, atau link sosial media (horizontal link).
  5. Lihat Hasil: Klik ‘link preview’ untuk melihat tampilan akhir microsite sekolah Anda.

Contoh Penggunaan Microsite Sekolah:

  • s.id/smktelkomjakarta: Contoh Microsite sekolah yang sudah ada.
  • s.id/kurikulum-merdeka: Contoh Microsite untuk informasi kurikulum.

Platform ini sangat berguna untuk digitalisasi pendidikan, menghemat ruang, dan menyederhanakan penyampaian informasi digital di sekolah

Membuat Website Sekolah Menggunakan Google Sites

Website sekolah berbasis Google Sites adalah platform gratis dan mudah digunakan dari Google untuk membuat situs web sekolah yang interaktif, kolaboratif, dan responsif, berfungsi sebagai pusat informasi sekolah, media pembelajaran, portofolio guru/siswa, dan sarana komunikasi dengan orang tua/siswa, memanfaatkan integrasi dengan Google Workspace seperti Docs, Sheets, Forms, dan Drive untuk konten yang kaya tanpa perlu keahlian coding.

Fitur dan Manfaat Utama:

  • Mudah Digunakan: Antarmuka drag-and-drop membuatnya mudah dioperasikan oleh guru, siswa, maupun staf sekolah tanpa keahlian teknis.
  • Integrasi Google Workspace: Terhubung langsung dengan Google Docs, Sheets, Forms, dan Drive, memungkinkan penyematan konten dengan mudah.
  • Kolaborasi: Memungkinkan guru dan siswa bekerja sama dalam membuat dan mengelola konten situs secara bersamaan.
  • Aksesibilitas: Dapat diakses dari perangkat apa pun (komputer, tablet, smartphone) melalui browser web, bahkan tanpa aplikasi khusus.
  • Kustomisasi: Tersedia berbagai template yang bisa disesuaikan dengan identitas sekolah, serta kemampuan mengubah logo dan warna.

Contoh Pemanfaatan di Sekolah:

  • Informasi Sekolah: Mengkomunikasikan jadwal, kegiatan, visi-misi, dan berita sekolah kepada orang tua dan publik.
  • Media Pembelajaran: Menjadi sumber daya tunggal untuk silabus, tugas, video tutorial, atau bahan ajar lainnya.
  • Portofolio Digital: Guru dapat menampilkan administrasi, karya, dan pengembangan diri, sementara siswa bisa membuat portofolio digital mereka.
  • Komunikasi Kelas: Halaman khusus untuk setiap kelas berisi informasi harian, kalender acara, atau forum tanya jawab.
  • Manajemen Kegiatan: Membuat situs untuk klub sekolah, tim olahraga, atau acara khusus.

Cara Memulai:

  1. Login: Gunakan akun Google (Gmail, belajar.id, atau Google Workspace for Education).
  2. Akses Google Sites: Kunjungi sites.google.com.
  3. Pilih Template: Pilih template yang sesuai atau mulai dari awal.
  4. Tambahkan Konten: Sisipkan teks, gambar, video, file dari Drive, atau formulir Google.
  5. Publikasikan: Atur izin akses dan publikasikan situs Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses