Mengenal S.M.A.R.T. Data: Cara Akurat Mengecek Kondisi Hardisk Bantuan Pemerintah

Salah satu bantuan pemerintah untuk digitalisasi pembelajaran selain papan interaktif digital (PID) dan laptop adalah hardisk eksternal. Fungsi dan penggunaannya tidak kita bahas kali ini, kita akan bahas bagaimana mengecek info dan kesehatannya.

Cara Mendetail Mengecek HardiskCek Garansi Resmi (Serial Number):

  • Catat nomor seri (SN) pada fisik hardisk. atau cek serial number  melalui aplikasi CrystalDiskInfo
  • Masukkan SN ke situs resmi produsen (WD, Seagate, Toshiba) untuk mengecek sisa garansi. Jika garansi sudah habis atau berbeda dengan yang dijanjikan, kemungkinan besar itu barang refurbish.

Pemeriksaan Fisik:

  • Label/Stiker: Label yang pudar, goresan pada sekrup, atau stiker yang tidak rapi mengindikasikan barang bekas yang dibongkar (refurbish).
  • Bau: Kadang barang refurbish meninggalkan bau komponen panas atau bahan kimia pembersih tertentu.
  • Menggunakan Software CrystalDiskInfo (Paling Direkomendasikan):

Unduh dan jalankan CrystalDiskInfo.

  • Power On Hours (Jam Pemakaian): Hardisk baru memiliki jam pemakaian sangat rendah (0-10 jam). Jika lebih dari itu (ratusan/ribuan jam), itu adalah bekas
  • Power On Count (Siklus Nyala): Menunjukkan berapa kali hardisk dinyalakan. Angka tinggi menunjukkan penggunaan lama.
  • Health Status (Status Kesehatan): Harus “Good”. Jika “Caution” atau “Bad”, kemungkinan besar barang bekas yang sudah rusak.
  • Relocated Sector Count atau Reallocated Sectors Count. Angka selain 0 menunjukkan bad sector, tanda barang bekas/rekondisi.

Setelah mengecek fisik kita bisa mengecek kondisi hardisk dengan aplikasi CrystalDiskInfo untuk melihat informasi lebih lanjut, CrystalDiskInfo  bisa di intall lewat Windows Store (rekomendasi) atau download dari webnya.

setelah berhasil install dan jalankan, pilih disk yang kita ingin lihat informasinya di menu Disk teru pilih hardisk yang mau di lihat info detailnya.

Data S.M.A.R.T. (Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology) dari sebuah hard drive atau SSD dilihat melalui aplikasi seperti CrystalDiskInfo. Data ini dapat kita gunakan untuk memantau kesehatan media penyimpanan hardisk kita.

Berikut adalah penjelasan poin-poin penting dari gambar tersebut:

 Dari gambar diatas kita bisa melihat merk, type, kapasitas, serial number dan banyak lainnya yang secara detail sebagai berikut :

Indikator Utama Kesehatan

01 Read Error Rate

Atribut ID 01 ini mencatat frekuensi kesalahan yang terjadi saat perangkat keras mencoba membaca data dari permukaan piringan magnetik. Kesalahan ini biasanya disebabkan oleh masalah pada permukaan piringan atau masalah pada head (kepala pembaca).

berdasarkan gambar di atas berikut adalah analisisnya:

  • Current (100): Ini adalah nilai kesehatan saat ini. Skalanya biasanya 100 atau 200. Angka 100 berarti kondisi pembacaan data Anda masih sempurna menurut algoritma pabrikan.
  • Worst (100): Nilai terburuk yang pernah tercatat juga 100. Ini kabar baik, artinya drive Anda tidak pernah mengalami penurunan performa baca yang signifikan sejak pertama kali digunakan.
  • Threshold (50): Ini adalah “garis merah”. Jika nilai Current turun hingga menyentuh atau di bawah 50, sistem S.M.A.R.T. akan menandai hard disk Anda sebagai “Bad” atau “Caution”.
  • Raw Data (000000000000): Ini adalah jumlah total error yang ditemukan. Karena angkanya 0, berarti belum ada satu pun kegagalan baca yang tercatat pada level perangkat keras.

Jika angka Current mulai menjauh dari 100 (misalnya jadi 70 atau 60), biasanya disebabkan oleh:

  1. Bad Sectors: Ada bagian fisik piringan yang sudah aus atau tergores sehingga data tidak bisa dibaca lagi.
  2. Head Degradation: Kepala pembaca mulai lemah atau posisinya tidak presisi lagi (sering terjadi akibat guncangan).
  3. Kontaminasi Debu: Meskipun hard disk tertutup rapat, partikel mikroskopis bisa merusak permukaan piringan seiring berjalannya waktu.

Data Anda menunjukkan angka 0 pada Raw Data, yang berarti permukaan piringan magnetik di dalam hard disk Anda masih sangat bersih dan halus. Kepala pembaca juga bekerja dengan presisi tinggi tanpa harus melakukan percobaan baca ulang (retry).

03 Spin-Up Time

Spin-Up Time adalah rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh piringan (platter) hard disk untuk mulai berputar dari kondisi diam (0 RPM) hingga mencapai kecepatan operasional penuh (misalnya 5400 RPM atau 7200 RPM).

  • Current (100): Ini adalah nilai saat ini. Angka 100 menunjukkan kondisi yang sangat sempurna.
  • Worst (100): Ini adalah nilai terburuk yang pernah tercatat. Karena masih 100, artinya putaran motor piringan tidak pernah mengalami masalah sejak pertama kali digunakan.
  • Threshold (1): Ini adalah batas kegagalan. Jika nilai Current turun di bawah 1, maka hard disk dianggap rusak atau akan segera gagal.
  • Raw Data (000000000781): Ini adalah data mentah dalam format heksadesimal. Angka 781 dalam desimal adalah 1.921. Biasanya ini dihitung dalam milidetik (ms). Artinya, hard disk Anda butuh waktu sekitar 1,9 detik untuk siap digunakan setelah dinyalakan.

Jika angka Current turun drastis (misalnya menjadi 20 atau 30) atau Raw Data melonjak sangat tinggi, itu adalah indikasi bahwa:

  1. Motor penggerak di dalam hard disk mulai lemah.
  2. Bearing (bantalan) pada poros piringan mulai aus atau seret.
  3. Masalah Power Supply (PSU), di mana arus listrik yang masuk tidak cukup kuat untuk memutar motor dengan cepat.

Nilai 100/100 menunjukkan motor mekanis hard disk Anda masih dalam kondisi prima. Piringan berputar dengan cepat dan stabil tanpa hambatan fisik.

05 Reallocated Sectors Count

Hard disk modern memiliki area cadangan yang disebut Spare Area. Ketika hard disk menemukan sektor yang rusak (Bad Sector) saat mencoba membaca atau menulis data, ia akan memindahkan data dari sektor yang rusak tersebut ke sektor baru yang masih sehat di area cadangan.

Proses pemindahan ini disebut Reallocation (pemetaan ulang). Jadi, angka pada atribut ini menunjukkan berapa banyak sektor rusak yang telah ditemukan dan “dibuang” oleh sistem internal hard disk. Analisisnya :

  • Current (100): Nilai kesehatan saat ini adalah maksimal (100).
  • Worst (100): Kondisi terburuk yang pernah dialami masih di angka 100.
  • Threshold (50): Batas aman. Jika nilai Current turun hingga 50, drive dianggap gagal secara kritis.
  • Raw Data (000000000000): Ini adalah angka yang paling penting. Data mentah Anda adalah 0.

Karena Raw Data Anda masih 0, artinya:

  • Tidak ada sektor rusak yang terdeteksi sejauh ini.
  • Hard disk Anda belum pernah melakukan pemindahan data ke area cadangan.
  • Permukaan piringan magnetik masih dalam kondisi fisik yang sempurna.

Jika suatu saat Anda melihat angka Raw Data berubah dari 0 menjadi 1, 10, atau lebih, itu adalah peringatan serius. Meskipun hard disk masih bisa berfungsi (karena sektor rusak sudah digantikan oleh sektor cadangan), ini menandakan bahwa permukaan piringan sudah mulai aus secara fisik.

Saran Penting: Jika angka ini mulai naik secara terus-menerus dalam waktu singkat, itu tanda bahwa proses kerusakan fisik sedang menyebar. Segera lakukan backup data sebelum area cadangan habis, karena jika sudah habis, Bad Sector akan mulai muncul secara permanen dan menyebabkan file korup.

C7 UltraDMA CRC Error Count

Berbeda dengan indikator sebelumnya. Jika indikator lain biasanya fokus pada kerusakan fisik di dalam hard disk, yang satu ini lebih sering menunjukkan masalah pada jalur komunikasi antara harddisk dan motherboard.

CRC singkatan dari Cyclic Redundancy Check. Ini adalah metode deteksi kesalahan saat data dikirimkan melalui kabel SATA.

Bayangkan hard disk Anda mencoba mengirim data “A”, tetapi karena kabelnya rusak atau longgar, data yang sampai di motherboard malah “B”. Sistem S.M.A.R.T. akan mendeteksi ketidaksamaan ini dan mencatatnya sebagai satu CRC Error.

Current (200) & Worst (200): Angka 200 adalah nilai standar (tergantung pabrikan, biasanya 100 atau 200). Karena nilainya masih maksimal, artinya komunikasi data saat ini dianggap sangat lancar.

  • Threshold (0): Batas bawah tidak ditentukan secara ketat oleh sistem, karena masalah ini sering kali bersifat eksternal.
  • Raw Data (000000000000): Angkanya adalah 0. Ini berarti tidak ada satu pun paket data yang rusak selama proses pengiriman dari hard disk ke komputer Anda.

Jika suatu saat Raw Data Anda berubah menjadi angka tertentu (misal 5 atau 100), penyebabnya hampir selalu bukan hard disk-nya yang rusak, melainkan:

  1. Kabel SATA Rusak/Kualitas Rendah: Kabel tertekuk, terjepit, atau kualitas kawat di dalamnya buruk.
  2. Koneksi Longgar: Port SATA pada hard disk atau motherboard tidak terpasang dengan kencang.
  3. Masalah Port Motherboard: Jalur data pada motherboard mengalami gangguan listrik atau kerusakan.
  4. Interferensi Elektromagnetik: Kabel SATA terletak terlalu dekat dengan kabel power bertegangan tinggi yang tidak terlindungi.

Dari gambar di atas Jalur komunikasi data Anda saat ini sangat bersih. Tidak ada data yang harus dikirim ulang (retry) akibat kegagalan transmisi. Semuanya bekerja dengan sinkronisasi yang sempurna.

Mengingat Anda memiliki angka pada BF (G-Sense Error Rate) tetapi C7 (CRC Error) tetap nol, ini berarti guncangan yang pernah dialami drive Anda tidak sampai melonggarkan kabel atau mengganggu pengiriman data.

Statistik Penggunaan

  • 09 – Power-On Hours: Menunjukkan sudah berapa lama drive ini menyala. Data mentahnya adalah 2742 dalam format heksadesimal. Jika dikonversi ke desimal, ini sekitar 10.050 jam (atau sekitar 1,1 tahun penggunaan nonstop). Kalau hardisk baru seharusnya di bawah 100.
  • 0C – Power Cycle Count: Menunjukkan berapa kali drive ini dinyalakan/dimatikan. Angka 9DB (heksadesimal) setara dengan 2.523 kali. Hardisk baru seharusnya di bawah 100
  • F1 & F2 (Total Host Writes/Reads): Ini menunjukkan total data yang telah ditulis dan dibaca. Angkanya cukup besar, menunjukkan drive ini sudah digunakan secara aktif untuk operasional harian.

Catatan Lainnya

  • C1 – Load/Unload Cycle Count: Nilainya 83. Ini biasanya berkaitan dengan fitur hemat daya di mana kepala reade/write diparkir.
  • BF – G-Sense Error Rate: Tercatat ada angka 923. Ini menunjukkan drive pernah mendeteksi guncangan atau getaran mekanis saat sedang beroperasi. Hati-hati untuk tidak menggerakkan perangkat saat sedang menyala.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, kondisi drive contoh ditas walaupun sudah dipakai bertahun tahun tapi terlihat sangat sehat. Tidak ada sektor yang rusak (Bad Sectors) dan parameter kritikal semuanya berada di angka normal. Indikator biru di sebelah kiri juga menandakan status “Good”.

Contoh gambar hardisk baru.

dari ketiga gambar di atas bisa kita simpulkan perbedaan hardisk baru dan lama. Cara ini efecktif untuk mengecek informasi detail dan kondisi kehatan hardisk. Tetapi cara ini tidak efektif untuk melihat sebuah hardisk baru atau refurbish (rekondisi) karena untuk hardisk rekondisi otomasis data smart juga ikut direset ke nol lagi. Cuma kalo saya pribadi tidak penting baru atau rekondisi, yang penting kondisi kesehatan masih bagus (tidak ada bad sector dan lainnya oke) dan garansi masih berlaku sepanjang yang di janjikan. Oleh karena itu lebih baik segera registrasi melalui qrcode yang ada di kardusnya,

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses